//
you're reading...
Artikel Pengetahuan Jurusan & Karir

Sosok Panutan, Minat dan Bakat membuahkan Karir Hebat


Tokoh satu ini menyalurkan minat dan bakat untuk mendapatkan uang. Namun tidak hanya itu, sebuah keyakinan dan kegigihannya sangat berperan dalam mengantarnya menjadi pemain hebat di usia belianya. Evan Dimas merupakan sosok yang layak di jadikan pembelajaran, bahwa kekurangan tidak menjadi halangan untuk mengejar impian.

Kegigihan Pesepakbola Evan Dimas

Sukses EVAN DIMAS

Evan mengaku pertama kali menekuni sepakbola sejak kelas 4 SD. Evan Dimas berasal dari keluarga sangat sederhana. Ayahnya, Condro Darmono bekerja sebagai petugas keamanan. Sementara sang ibu, Ana kini lebih banyak berada di rumah mengurusi rumah tangga dan karier Evan. Dulu, Ana pernah bekerja serabutan urusan rumah tangga. Kondisi yang serba terbatas itu justru membuat Evan terpacu untuk lebih bersemangat dan menjadi lebih baik.

Dari SSB Mitra Surabaya, talenta Evan mulai terlihat oleh pelatihnya sendiri. di setiap turnamen sepakbola, Evan tidak pernah absen mengikutinya. termasuk dalam ajang pemilihan2 pemain sepakbola usia muda, tak pula ketinggalan mengikuti seleksi pemain sepakbola berbakat yang di sebut program deportivo SAD. Mitra Surabaya, salah satu klub yang berada dalam naungan kompetisi internal PSSI Surabaya, menjadi tim pertama yang dibela Evan. Penampilan gemilangnya bersama Mitra, membuat namanya termasuk dalam skuat Surabaya untuk Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) III Jatim 2011.

Karier Evan bersama Mitra Surabaya kemudian meroket hingga akhirnya berhasil mendapat kesempatan mengikuti seleksi bersama Persebaya U-15 dan Medco Jawa Timur U-15 dan Evan berhasil lolos di kedua klub tersebut.

Angin segar sempat menghampiri Evan saat dirinya masuk dalam salah satu pemain yang akan mengikuti program Deportivo SAD di Uruguay tahun 2011. Namun kali ini impiannya pupus karena terkendala masalah administrasi.Kegagalan itu tidak membuat Evan patah semangat, ia terus berlatih hingga akhirnya mendapat kesempatan untuk mengikuti seleksi Porprov Jatim dan tim PON Jatim. Melihat penampilan apik Evan coach Indra Sjafri kemudian memanggil untuk mengikuti seleksi tim nasional U-17

Kegagalan tak membuatnya patah semangat. Justru karena kegagalan itulah ia semakin dikenal dan memiliki kesempatan lebih untuk unjuk gigi di tanah kelahirannya Surabaya.

Didalam skuad TimNas U17 PSSI tersebut, Evan Dimas mulai menunjukkan kemampuan dan talentanya, sehingga bisa membawa teman-temannya dalam kebersamaan dan permainan yang menggairahkan. Oleh karena itulah Evan Dimas menyandang band Kapten di lengannya.

Dengan posisi sebagai pemain lapangan tengah, maka Evan Dimas benar-benar menguasai pertandingan dan merupakan dirigen TimNas U17. Dan Seperti yang telah diketahui masyarakat, bahwa TimNas U17, telah sukses menjadi Juara Invitasi turnamen U17 di Hongkong tersebut dengan membawa trophy.

dikutip dari jadiberita.com/70324/story-evan-dimas-yang-gagal-ke-sad-tapi-berhasil-ke-barcelona/

 

NEXT, Animator otodidak yang mendunia >

About maukulia

Blog info seputar perkuliahan

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: